Pesona Kota Barcelona


Tak salah jika Barcelona menjadi salah satu tujuan wisata terpopuler di dunia karena semua ada di kota ini. Barcelona merupakan perpaduan serasi antara sejarah dan modernisme, seni dan olahraga, serta wisata belanja dan kuliner.
Atas undangan Spain Tourism Board yang bekerja sama dengan maskapai Singapore Airlines, jurnalis dari Indonesia, Singapura, dan Filipina, berkesempatan mengunjungi tempat-tempat menarik di Spanyol, tak terkecuali Barcelona. Pesawat Boeing 777-300 ER Singapore Airlines yang kami tumpangi mendarat mulus di Bandara Internasional El Prat, Barcelona, Kamis (26/4) pagi waktu setempat.

Setumpuk agenda telah menunggu kami hari itu. Beruntung, kenyamanan di dalam pesawat membuat kami bisa mendapat cukup istirahat selama menempuh perjalanan panjang 13,5 jam, Singapura - Barcelona.  Selama ini Barcelona telah begitu populer bagi Indonesia, khususnya bagi pencinta sepak bola. Siapa tidak mengenal FC Barcelona? Salah satu klub terbaik di dunia yang memiliki sederet pemain bintang, seperti Lionel Messi, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta. FC Barcelona bak magnet yang mengundang jutaan wisatawan berkunjung ke Ibu Kota Catalunya itu.

Namun, Barcelona bukan sekadar cerita sepak bola. Banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi di Barcelona. Hari itu kami akan mengunjungi tempat-tempat yang jauh dari urusan olahraga. Setelah check in dan menyantap makanan ringan di Hotel Majestic, kami menuju Museum Picasso. Museum ini sangat informatif, terutama untuk memahami perjalanan Pablo Ruiz Picasso sebagai seorang seniman. Museum yang terletak di Montcada Barcelona ini banyak menampilkan karya-karya awal seniman besar kelahiran Malaga, 25 Oktober 1881 tersebut.

Tujuan kami selanjutnya adalah Sagrada Familia. Gereja Katolik Roma yang dibangun sejak 1882 ini belum tuntas dikerjakan hingga kini. Saat kami berkunjung, tempat tersebut sangat ramai. Maklum, Sagrada Familia merupakan destinasi turis terpopuler di Barcelona. Tahun lalu,3 juta turis berkunjung ke gereja yang merupakan mahakarya arsitek kebanggaan Catalan, Antoni Gaudi itu. Awalnya,pembangunan gereja ini digagas oleh Josep Bocabella dengan arsitek Francesco de Paula Villar. Namun, lantaran perbedaan pendapat di antara keduanya, Gaudi akhirnya mengambil alih pembangunan sejak 1883. Sebagai seorang yang sangat religius, Gaudi benar-benar mendedikasikan dirinya untuk pembangunan Sagrada Familia. Bahkan hingga akhir hayatnya.

Sejak Gaudi meninggal pada 1926, sejumlah arsitek melanjutkan pembangunan Sagrada Familia. Pembangunan gereja ini diperkirakan baru tuntas pada 2026 mendatang atau 144 tahun sejak awal dibangun. Meski demikian, Sagrada Familia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia di Spanyol. Banyak yang bilang, Anda belum sah ke Barcelona, apabila belum mengunjungi tempat ini. Hari kedua, ditemani pemandu wisata, Arturo, kami berkeliling di Barcelona. Kesan tentang Antoni Gaudi semakin mendalam. Barcelona memang ibarat museum untuk karya-karya Gaudi. Baru beberapa saat bus kami berjalan, tak jauh dari tempat kami menginap di Hotel Majestic, Arturo menunjukkan karya Gaudi lainnya.

Sebuah bangunan megah bernama Casta Mila (La Pedrera). Bangunan yang dikerjakan antara 1906-1912 ini juga masuk situs warisan dunia UNESCO. Perjalanan berlanjut ke Parque Guell, kompleks taman di Bukit El Carmel yang dikerjakan Gaudi pada periode 1900–1914. Awalnya, Parque Guell, digagas sebagai kompleks perumahan oleh Eusebi Güell, seorang pengusaha kaya, terinspirasi taman perkotaan di Inggris. Namun, lantaran gagal dikembangkan sebagai kompleks perumahan, Parque Guell akhirnya dibuka sebagai taman publik sejak 1922. Teras taman terdiri atas tempat duduk panjang meliuk-liuk bertabur mozaik. Dari tempat itu, kita bisa melihat pemandangan Kota Barcelona.

Puas menikmati keindahan taman berikut lanskap Kota Barcelona, saya membeli cenderamata di tempat ini. Pilihan saya jatuh kepada empat buah magnet kulkas dari keramik. Tidak begitu mahal, semuanya bisa saya dapatkan dengan 10 euro. Tujuan kami selanjutnya La Rambla, salah satu lokasi terfavorit bagi turis di Barcelona. Pedestrian La Rambla yang lebar memanjakan pejalan kaki menyusuri kawasan tersebut. Di sepanjang pedestrian terdapat restoran, toko, hotel, kafe, dan kios-kios kecil penjual cenderamata. Di La Rambla, terdapat air mancur Canaletes yang dijadikan tempat berpesta para fans FC Barcelona.

Kalau Anda terkesan dengan Barcelona, jangan lupa minum air dari tempat ini. Ada mitos, bila meminum air dari tempat itu, wisatawan akan selalu terkenang dan akan kembali ke Barcelona. Terus berjalan, kami menjumpai pasar tradisional di Barcelona, Boqueria. Pasar yang bernama lengkap Mercat de Sant Josep de la Boqueria ini layaknya pasar tradisional, menawarkan berbagai macam barang, khususnya bahan pangan. Mulai dari aneka rupa jenis hidangan laut, buah-buahan, sayur-mayur, hingga daging. Di dalam pasar juga terdapat beberapa kafe dengan harga makanan terjangkau. Untuk satu gelas jus buah misalnya, bisa diperoleh dengan harga 1 euro.

“Di Barcelona,pasar sangat penting.Total ada 39 pasar di kota ini,” ujar Arturo.
Dari Pasar Boqueria, kami melanjutkan perjalanan ke Passeig de Gracia. Ini salah satu surga bagi wisatawan yang gemar berbelanja. Di sepanjang jalan Passeig de Gracia terdapat beragam butik high-end, termasuk Loewe, label asli Spanyol. Memasuki butik Loewe, kami dimanjakan dengan berbagai model tas, dompet, jaket, dan produk-produk lainnya, baik untuk perempuan maupun pria. Salah satu daya tarik, pengunjung akan mendapatkan harga lebih menarik bila membeli produk Loewe di Spanyol dibandingkan di luar negara tersebut. Barcelona memang memesona.

Sumber

Blog Ini Didukung Oleh :


0 comments:

Post a Comment